Wednesday, May 15, 2013



I KEEP MY OWN

(by ellyssee lavin)


sejauh ini aku berjalan
dengan banyak hal yang telah kukorbankan
hingga hanya satu harapan yang tetap kupegang
dengan segenap kesungguhan tekad serta keyakinan
tak mungkin aku berjalan mundur, atau kembali
tiada jalan pula untuk singgah ke lain arah lagi
meski sulit, meski kerap terjatuh sakit
aku selalu berusaha untuk tetap bangkit
tak ada yang kuminta utuk memahami
tak ada pula yang kutuntut untuk menerima diri ini
atau sekedar untuk dimengerti

bila saja kuumbar perasaan ini
namun tak mampu kata - kata mampu mewakili
biarlah alam yang tahu semua dengan pasti
hingga membawaku sampai disini, hingga saat ini
nyatanya dinding tembok ini lebih memahamiku
ternyata kesunyian ini lebih tulus menerima diriku
tanpa bertanya, memberikan utuh kedamaian itu
dalam bisu kukenali mauku, yang tak terkekang ruang n waktu
menjadi diriku seutuhnya diriku
tanpa harus siapapun kuberi tahu
ketika kejujuran hanya dijadikan bahasa basi n usang yang terbuang

sayang seribu sayang, dalamnya hati tak dapat diselami
andai kurobek pula dada ini, hanya akan mengotori langit n bumi
sementara Cinta hanya menjadi lagu lama, dimana kerap memperdaya nafsu jiwa
kemudian menabur benih angkara diujung kecewa
begitukah Kasih yang sesungguhnya...???
bak buluh kangkung n buluh bambu
hambar sudah rasaku, kosong sudah hasrat - hasrat itu
entah kemana harus kucari tahu, ketika makin kucari, semakin hampa rasa ini
siapa pula yang harus kupersalahkan lagi
ketika jawab pun hanya gema ilusi dikedalaman sunyi
tiada sesiapa n apapun lagi

(€)

sejauh ini aku berjalan
dengan banyak hal yang telah kukorbankan
hingga hanya satu harapan yang tetap kupegang
dengan segenap kesungguhan tekad serta keyakinan
tak mungkin aku berjalan mundur, atau kembali
tiada jalan pula untuk singgah ke lain arah lagi
meski sulit, meski kerap terjatuh sakit
aku selalu berusaha untuk tetap bangkit
tak ada yang kuminta utuk memahami
tak ada pula yang kutuntut untuk menerima diri ini
atau sekedar untuk dimengerti

bila saja kuumbar perasaan ini
namun tak mampu kata - kata mampu mewakili
biarlah alam yang tahu semua dengan pasti
hingga membawaku sampai disini, hingga saat ini
nyatanya dinding tembok ini lebih memahamiku
ternyata kesunyian ini lebih tulus menerima diriku
tanpa bertanya, memberikan utuh kedamaian itu
dalam bisu kukenali mauku, yang tak terkekang ruang n waktu
menjadi diriku seutuhnya diriku
tanpa harus siapapun kuberi tahu
ketika kejujuran hanya dijadikan bahasa basi n usang yang terbuang

sayang seribu sayang, dalamnya hati tak dapat diselami
andai kurobek pula dada ini, hanya akan mengotori langit n bumi
sementara Cinta hanya menjadi lagu lama, dimana kerap memperdaya nafsu jiwa
kemudian menabur benih angkara diujung kecewa
begitukah Kasih yang sesungguhnya...???
bak buluh kangkung n buluh bambu
hambar sudah rasaku, kosong sudah hasrat - hasrat itu
entah kemana harus kucari tahu, ketika makin kucari, semakin hampa rasa ini
siapa pula yang harus kupersalahkan lagi
ketika jawab pun hanya gema ilusi dikedalaman sunyi
tiada sesiapa n apapun lagi

(€)

Tuesday, May 7, 2013

Rasaku ini RasaMU

by Ellyssee Lavin (Notes) on Monday, January 3, 2011 at 3:10am


Dari diamku yg terdalam
Dari helaan nafas alam yg panjang
Kurasakan, getar getar rindu membius sadarku
Nalarku mengelu, ketika qalbu dipenuhi sentuhMU
KasihMU adalah semestaku yg menghidupiku
Disini, dlm pekat akhir malam2ku, batinku kerap jatuh bangun, menjerit memecah pilu n rebah merinduMU
Disini, dlm lilitan dingin sang bayu, hatiku luruh menangisiMU
Disini, dalam hening lembut pekatku, jiwaku terjaga melepas hasrat nan erat pelukanMU

Dunia..., dimana ak berada sebenarnya...?
Ketika kusadari rasa ini tak biasa lagi
Meski kucoba berlari, asaku terbang tiada sisa lagi
Hampa terasa, diatas manis diantara getirnya
Nikmat membuai, diantara perih dan damai
Walau sejauh akal kupungkiri, aku tak lg kenali indahnya mimpi2
Hingga ak tak mengerti diantara logika n hakiki, hirisan luka hanya fatamorgana dlm dahaga, ingin diatas bahagia, hanya pelangi disepintas hujan saja

Aku hanya menemukanMU, diatas tumpukan serpihan mauku
Aku hanya mendapatiMU, diantara ketakinginanku
Aku hanya melihatMU, disegala pandangan letihku
Aku hanya mendengarMU, diantara suara2 hatiku
Aku hanya merasakanMU, diatas kebutaanku
Aku hanya memikirkanMU, hingga dibawah sadarku
Aku hanya dipenuhi bayang2MU, diantara keakuan n kemunafikanku
Aku hanya mengharapkanMU, diantara sesal kecewaku
Aku hanya merindukanMU, diatas kerapuhanku
Aku hanya membutuhkanMU, diatas ketakberdayaanku
Aku hanya mencintaiMU, diantara lara n cintaku

Ketika...
Luka pedih bicara, temuiku dlm perih tak terkira
Aku terjaga, tersadar dlm sakit luar biasa, mengakui bahwa hanya Engkaulah Sang Rasa, selain manis yg kudamba
Tahukah Kasih..., begitu indah saat2 itu, dimana ak bgt tergetar n melunglai berJumpa denganMU

Pun, ketika kumampu senyum diatas tebaran mawar n harum...
RasaMU yg kusadari hadir bergaung...
Tahukah Kasih...? Saat2 itu pun tak beda indahnya, menawanku dlm buaian nikmat bahagia, bukan krn ak tak lg berlara, namun ak tengah kasmaran dlm Cinta yg Kau Punya

TENTANG-MU.....

by Ellyssee Lavin (Notes) on Thursday, December 23, 2010 at 8:28am


Tak hentinya hatiku bicara, tak bosannya batinku bergumam, tak lelah jua jiwaku berkata, tak pula diam qalbuku berulang cerita tentangMU...

Tak lepas wajahku berkaca, pada cermin bening telaga, bertanya n menjawab biasnya, jika yg kulihat, adalah bukan bayang maya

Tak kuasa jemariku menari, memainkan pena biru bersuci, pada putih lembaran prasasti,
Melukiskan hasrat dalam gairah yg lekat, menjadi cerita yg kujalin dlm cerita sakral n khidmat

Alam tak luput kujadikan kanvas, yang tak lg perlukan sentuhan poles warna, semesta tak hilang kubuat sketsa seluruh gambaran, yang tak butuhkan titik garis dalam khayalan nalar..

Entah berapa banyak kata yg kupunya, entah berapa lama kurangkai serpihan cerita, sementara suara ini tak henti melesatkan puisi sejati, membawa sirat syiarMU yang tak kuragukan lagi

Rasaku menggunung, khianati waktu, mencakar lelangitan, menembus bumi, membelah lautan biru...

Terlupa sudah jawab sapa sang lara, larut sudah dukaku sbg sahaya dunia, menjadi musafir Kasih yg bawakan sejuta dahaga..

Malamku teriring senandungan rindu, lelapku dlm harap cemas nan membiru, mimpiku hampa dlm bayang indah wajahMU, terjaga ak saat kerap sebaluh qalbu mengigaukanMU

Maafkan aku mentari pagi, jika senyumanku lebih sempurna berseri, mendahului kilau sinarmu, jauh sblm tiba terbitmu dimataku..

Maklumi aku juga wahai pelangi, jika wajahku lebih cantik lagi, warnamu tak setulus aura hati ini, yg hanya sesaat hiasi langit n bumi..

Bahagia tawaku, merekah dalam setiap kelopak mawar mawar merah itu, lepas tulus senyumanku, hanyut bersama bening sungai2 yang ikhlas mengalir..

Masih kunikmati, kenangan manis sisa masa lalu, dilembaran kisah yg segera kulepas dlm sejarah.., masih tentangMU, dimana awal kali pertama kumengenalMU..

Kulalui padang tandus itu, dgn kaki telanjang penuh luka lebam yg terpanggang, namun tak lama kurasakan sakit n keperihan, dlm dahaga yg meradang kehausan, karena dahaga n pedihku membawaku lekat nikmat pada rasaMU, n seketika, Kau buktikan jawab sirnakan pedihnya, Kau ganti gurun tandus itu menjadi alam sejuk savana.., n indahnya rasa membuatku takjub terpesona, n aku merasa mulai jatuh cinta..

Kenangan manis yg tergores dalam batinku yg sempat terhiris..
Ketika kulewati padang panas tandus yg menghunus, n memijakkan kaki di sejuk alam savana nan suci, ada getar kehilangan, mencipta bilur biru kerinduan..

Betapa luka itu berharga bagiku, betapa perihnya nikmat membekas dibatinku,

Saat pilu bertaut rasa KasihMU, menyentuhku menggantikan perih menjadi lezatnya Cinta diatas luka n bahagia..

Sungguh pertemuan terindah, begitu sulit terlupa akan kenangan pertama Kau perkenalkan apa itu Cinta..

Sungguh perjumpaan rasa yg tak sanggup kubuang rela, menjadi sua sejati, ketika Kau pautkan rasa dalam Satu Rasa dimiliki hati ini..

Pesonamu mengikatku, pada kerinduan terdalam jiwaku..
Dimataku, yang kulihat hanya gambaranMU, semua terbias tentangMU, hingga sisa2 kering air mataku..

Rerumputan hijau, diantara nyanyian burung yg berkicau, awan putih yg berarak diatap langit biru, mentari emas yg terik pendarkan sinar yg memanas, lautan luas dlm ombak nan membuas, rinai hujan, n mekar harum kekembangan, sungai bening, n rimbun pohon beringin, dan entah seberapa byk yg nampak disekeliling..
Semuanya hanya bergambar tentangMU, semuanya hanya bercerita tentangMU, bahkan wayang2, tawa, suara, senyuman, sejuta wajah dlm berubah, hingga benci n caci maki itu, semua hanya berbayang tentangMU..

Tiada pula dikebutaan, saat hampa n kesendirian, segalanya Kau sita hanya Kisah Sejati tentangMU lagi..

Begitupun hati ini.., rasa ini.., hidup ini.., rindu ini.., cinta ini.., sadar ini...
Hanya tentangMU Sejatiku...

Haruku menghujam, menyesak batas kerinduan, mengakui rasa ini sepenuh sadar, jika diriku tertawan tak mungkin terpisahkan...

MenCintai-MU.....

by Ellyssee Lavin (Notes) on Wednesday, December 22, 2010 at 8:48am


Kekasih...
BerDua kita lalui, mengitari jalan hati, dgn pijakan rasa rasa ini
Bila kulukiskan, kisah biru yg hanya untukMu, sepanjang waktu, seribu kata dlm kias keindahan, batinku lemas layu didera ketakjuban padaMU

Kala malam, larut rasa dlm keheningan, mencari hangat kemesraan, menyatukan hasrat yg tak tertahankan
WajaMU lekat membayang dlm remang kelambu rembulan
TatapMU syahdu menyapu semburat seluruh malu wajahku
NafasMu hangat, meleburkan gejolak rindu yg membakar dadaku penuh nikmat
HadirMu melumpuhkan hatiku, hilang sudah kata dlm kelu, berat terasa nyatakan segala hasrat yg kudamba, betapa dlm diam, damaiMU begitu erat selimuti dingin jiwa nan kehampaan
Aku hanya mampu pejamkan mata, merasakan genderang bertalu riuh dalam ruang dada, menahan desiran deras darahku yg memanas, membiarkan rasaku dlm kegilaan kasmaran yg t'hempas
HadirMU utuh, meluluh lantakan sadarku hingga terjatuh
Lemas aku dikakiMU, rebah tak berdaya merasakan Kau begitu dekat mendekapku dlm lena

Tak kuasa kuberucap, tak mampu kutengadahkan wajahku padaMU, hati ini bgt luruh menunduk dlm sujud dipangkuanMU
Namun aku tahu, Engkau mengerti gemuruhnya hati ini, Engkau memahami arti diam yg kuselami, n Engkau selalu tahu tentang kerinduan2ku

Biarkan saja aku tetap disini bersamaMU, habiskan sisa2 lemas
ini denganMU, tanpa ikuti waktu yg berlalu

Kekasih...
BerDua kita jelang perjalanan tanpa rasa kebosanan
Menyapa wajah alam, dipagi yg dingin n basah hijau rerumputan
Asaku ceria berlarian, mereguk sejuknya embun, hasratku terpesonakan rupawan hamparan bunga nirwana, hatiku lengang, lepaskan riang yg terbang berhamburan
Wajahku berlumuran senyum, bak mawar mawar dlm kuntum, bibirku senandungkan tembang, menggoda binalnya sinar hangat mentari
Damaiku menembus atap lelangitan biru, merobek awan hitam, menepis kabut, menyibak tabir kemelut, memburaikan wajah sadis badai samudera

Kekasih..
Memiliki CintaMU..
membuatku mampu hidup diatas terjal yg tak pernah ak mau,
membuatku sanggup menelan getir yg tak pernah terpikir olehku,
membuatku bisa dgn tenangnya mengarungi samudera dlm amuk murkanya,
membuatku merasa nikmat diatas luka dlm pedih perihnya,
membuatku kaya rasa diatas kurang n kelemahanku semua,
membuatku kuat diatas rapuh yg menjatuhkanku dlm kemunafikanku,
membuat indah sgl pandanganku dr batinku yg buta terdahulu,
membuat megah rasaku dr segala risau n seluruh gundah,
membuat manis dr segala benci yg kerap menghinakanku dlm kisah sadis
membuatku bahagia hidup seadanya dgn Kasih yg bgt tulus dlm cara sederhana
membuat segalanya luar biasa melalui pengabdianku padaMU yg hina
membuat segalaku berharga diatas seluruhku yg tak miliki apa2
membuat bodohku bicarakan kejujurannya,
jika "aku" bukan siapa2

Kekasih..
Kembali aku merenung, bukan karena tak sukai hadirnya mendung
Kuingin, Kasih ini menjagaku padaMU, hingga abadi itu Kau sematkan di kelak kehidupanku

Kekasih..
Kembali aku terpekur dlm senyap, bukan karena takuti dingin hujan dlm gelap
Kuingin Cinta ini tiada tinggal dlm nikmat sesaat, seperti senja yg berlalu tinggalkan pekat

Kekasih..
Kembali ak terpejam, selami KasihMU disamudera kedamaian, nikmati CintaMU ditaman dasar kedalaman, tiada batas ruang, tiada kegelapan, hampa dlm penuh kilau sinaran, menyatukan "tubuh" Kita dlm lautan cahaya, sirnakan keraguan ketika kita pasti ber"sentuh"an tak terpisahkan

Kekasih..
MenCintaiMU, adalah awal kehidupanku, beri aku kesempatan, ketika tak cukup sekedar ak berserah dlm keheningan,
Beri aku waktu, beri aku sadar dr separuh Kasih TulusMU, agar ak tahu, agar aku mengerti, agar aku tak gentar, mengabdi n berkorban demi balas Indah CintaMU

JIKA CINTA BICARA-

by Ellyssee Lavin (Notes) on Tuesday, December 21, 2010 at 12:28am


Jika aku berlari, jauh kedalam n kedasar alam "diri"
Bukan karena aku letih akan garis hidup yg tak ingin kumengerti
Entahlah, asaku punah begitu saja, ketika pertama aku merasakan jatuh cinta

Jika aku memilih hanya ingin "sendiri"
Bukan sebab aku jera akan perjalanan suka duka
Entahlah, aku hanya merasa, ingin2ku telah sirna, disaat awal Kita "jumpa"

Jika aku tak lagi berhasrat menghiasi mimpi2, bukan karena aku tak takut tak memiliki indahnya pelangi, entahlah, malam2ku hanya terisi sesak rindu akan wajahMU, setelah aku mengenalMU

Jika aku tak lagi sempat menyapa sang mentari, bukan lantas ak tak menikmati hari2, entah mengapa, suara hatiku tak kenal waktu memujaMU, setelah kusadari, Engkau selalu ada untuku

Jika aku mulai lupa tuk pejamkan mata, atau sekedar menikmati cumbuan purnama, bukan karena aku lupa jika malam membuaiku setia b'sama rembulan, namun lelapku hanya larut dlm satu senyuman, sejak Engkau selalu temaniku habiskan malam

Jika aku hanya terdiam, ketika pagi sambutku dlm nyanyian alam, bukan krn ak lupa n mengabaikan, entahlah, yg kudengar hanya suaraNYA yg merdu seisi kesadaran, setelah Kita byk "bicara" merajut cerita indah tentang Kita berDua

Jika aku tak lg berhasrat melukiskan terangnya pesona dunia, bukan berarti aku tak menikmati siang dlm gemerlapnya, tapi jiwaku seketika lbh indah dr semesta yg kukira, setelah Kita meNyatukan "Rasa"

Jika aku tak lg butuhkan nikmat embun tuk lepas dahaga, atw sebutir anggur sekedar balaskan lapar, entahlah, bersamaMU aku lupa segalanya, setelah kusadari, KasihMU mengenyangkan akan sgl yg sblmnya ak butuhkan

Jika aku tak lg hiraukan seribu sayatan luka, bukan karena aku tak merasakan pedih n perihnya, namun, memilikiMU, sakitku tak berarti apa2, setelah CintaMU beriku nikmat diatas segalanya

Jika aku tak lagi mampu mengujar kata, bkn krn aku bisu dr bicara, namun kelembutanMU meluluhkan seluruh mampuku seketika

Jika aku tak lagi mampu menangis dlm kisah hidup yg tragis, bkn karena ak berdusta akan pahit rasa sejuta lara, namun caraMU terlalu manis mengalahkan seluruh getir yang tanpa berakhir

Jika aku tak lg lepas uraikan tawa seribu suka n gembira, bukan krn ak dustai rasa indahnya, namun diCintaMU, adalah bahagia diatas bahagia, buatku tak lg mampu lukiskan rasa diatas rasa, tak cukup dlm senyuman, tak sepadan dlm tawa kesenangan, tak lebih pantas dlm syukur sedu sedan

Segalaku lenyap ketika kurasa KasihMU begitu hebat
Segalaku sirna ketika CintaMU menelanku dlm nikmat hampa
Segalaku lebur, ketika Kau peluk aku dlm hasrat yg dahsyat berdebur
Segalaku hanya setitik dari percikan SegalaMU
Segalaku hanya tentangMU dan selalu tentangMU
Segalaku selalu karenaMU dan selamanya karenaMU
Segalaku adalah CintaMU n mutlak KasihMU
Segalaku hanya sedikit alasan dr Segala alasanMU
Masihkah ada tanya ketika jawabMU ada melebihi besarnya tanya kupunya?
Masihkah ada ragu ketika Kau tulus menerima n hanya memberi diatas kehinaanku?
Masih adakah ingkar yg mungkin terikrar ketika aku khilaf dr sadar? Sementara maafMU tak t'hingga dlm MurahMU yg menaklukanku

Jika benar rasaku ini rasaMU, jangan biarkan terhapus lupa n waktu, biarlah abadi, hingga aku tak lg temukan ruang tuk menaruh Kasih Sayang, selain Engkau hingga di keabadian.....

~Forever In Love~

by Ellyssee Lavin (Notes) on Saturday, November 27, 2010 at 6:38am



Ketika kita bersabar, itu wajar
Ketika kita mengikhlasi, memang layak n mesti
Ketika kita menerima setulus hati, tak perlu meragu lagi
Pun segala hal yg tidak kita sukai, semata hikmah kasih yg perlu dimaknai
Walau perih, bahagia hampir ada disetiap luka pedih, jika kita tak berpamrih
Disaat pula tak berdaya, itulah awal pengabdian cinta kita
Ketika waktu tak berpihak pada rindu, itulah moment indah dari arti merajuk resah
Andai begitu nyeri dalam pilu sendirimu, itulah arti bahagiamu yg tak semu

Cinta..
Lewat sudah kata kata dlm sejuta makna indahnya
Apa pula arti yg terlukis pd gambar n warna yg romantis
Tak cukup hanya memahami n mengenali rasa yg memabukan jiwa
Tak sampai hanya dengan memilih antara ketulusan n ironisnya kehidupan

Cinta..
Bukan sebatas harapan, dari sebuah ingin n impian
Adanya dia, begitu luas dlm makna yg berantai tak terpisahkan, tak teruraikan, tiada batas rasa, dalam manis tawar n sadisnya kekejaman
Cintai segala atas kehendak n milikNYA, sayangi setiap hati, dengan seluruh n setiap sisi, jika kasihmu benar sejati
Senyumi segala sinis, sukai setiap caci maki, syukuri semua benci, sekalipun engkau didustai
Cintai yg berimu duka, sayangi yg kerap buatmu luka, kasihi mereka yg buatmu tersiksa pilu
Berikan ikhlas do'a cinta untuknya, jika engkau mengaku tulus cinta akan PEMILIK dari mereka
Rasa mereka tak lebih separuh rasa yg butuhkan separuh rasa kita
Kebenciannya hanya karena dahaga cinta, mengapa tidak isi jika kita punya cinta sejati..
Keangkuhannya hanya karena butuh kasih yg tak pernah dimilikinya, mengapa tidak kita bagi, jika kita merasa kaya akan ketulusan hati..
Caci makinya semata do'a akan harapan akan tulus perhatian, mengapa tidak balas dg indah senyuman, bila kita miliki lautan luas bijak penuh kasih sayang
Beri lebihmu pada setiap yang perlu, terimalah kurang mereka yg dapat membuatmu lebih kaya
Jangan pernah memilih, andai kau hati pengasih
Jangan menawar dlm mencinta, jika kau mengaku pencinta seperti dan karena DIA
Cinta sejati..
Hanya mengabdi tanpa mengingini
Cinta sejati..
Hanya memberi tanpa pamrih diberi
Cinta sejati..
Tiada lekang dlm bosan, pengorbanan atw waktu yg berjalan
Cinta sejati..
Membagi bahagia tanpa kenal suka duka
Cinta sejati..
Bukan mimpi n asa berharap nikmat n indah syurga
Cinta sejati..
Bukan pula karena takut akan jahanamnya neraka
Cinta sejati..
Lepas mengabdi, tanpa syarat n abadi
Cinta sejati..
Kian pasti dalam hidup dan mati
Cinta sejati..
Hanya Sang Cinta dan Sang Sejati "ITU SENDIRI"


"heart in heart"

SEPERTI YANG KAU MAU

by Ellyssee Lavin (Notes) on Tuesday, November 2, 2010 at 9:11am



Perjalanan hidup di keseharian, hakikatnya limpahan hikmah yang tak ternilai
Tak ada yg sia2, dari separuh hela nafas kita
Segalanya hidup tiada henti, mengisi makna sadar atau tidak, mengelilingi kesadaran kita
Sepintas kosong n hampa, ketika batin kita lalai dr terjaganya
Senantiasa menjadi romantika, ketika ego dominan menyumbat kepala, mempersempit hati, menjadi kemelut qalbu, jiwapun seolah terbelenggu, karena tak jua diri n sejati selaras bertemu
Nasib selalu jd alasan n dijadikan kambing hitam, dan membenarkan segala penolakan
Kesadaran pun mengabur n hilang, lalu kesulitan mencari tempat ketenangan
Hatipun seketika nyeri, dadamu sesak bergejolak, batinmu meronta berteriak, jiwamu tertahan dlm kesakitan
Lalu kau cari kembali kesadaran belakangan, merangkak, jatuh bangun n tersesat, kau kembali menyalahkan keadaan dgn mengatas namakan khilafn kealfaan

Semua yg terjadi berawal dl dalam diri, bahkan kau ciptakan sepenuh sadar yg lantas kau ingkari, hanya demi jeratan mimpi n pesona ilusi
Entah mengapa, ketika kau merasa tak mampu usaikan semua, dirimu tak jua benar membuka mata, tak pernah pula memahami rasa
Sadarmu tak mestinya kau lempar kebatas ruang luar, sesalmu tak mampu lunasi tangis batin yg luka terkapar
Pernahkah kau tanya pada dirimu, apa yg kau cari n kau dapatkan waktu lalu?
Untuk siapa? Dan apa yg kau rasa? Adakah titik temu yg pasti dr dahagamu yg ambisikan puas nan abadi?
Mengapa kini kau tertunduk n terpuruk, ketika segala kepuasan it membuat kebahagiaan yg kau damba kini jatuh bangkrut?

Ketika rasamu terasa binasa, baru kau mengakui dirimu tak berdaya, setelah tiada yg mau peduli, engkau terisak mengakui nyeri hidup dlm sendiri, setelah engkau tak menemukan siapa2, dirimu terhenyak meratapi derita, lalu mendramatisirnya dalam lara n air mata, n kau akhiri dgn pengakuan yg kau sebut do'a
Sudahlah, yg terjadi baru saja kita sadari, nikmat atw nyeri hanya sebuah udara yg datang n pergi
Hapus dilema rasa, dengarlah suara nurani, benahi kesuraman hati, biarkan jiwa tumbuh dlm bejana yg bijaksana

Hadapi semua dlm syukur, jalani segalanya dg tulus, tak ada yg hrs jd beban atw merasa terbebani
Segalanya hidup mengalir dgn pasti, jadilah sebuah pribadi yg lbh siap lg, lbh bijak menentukan pijak n sikap, lebih bebas mengalirkan gerak batin yg ikhlas
Tak ada yg sulit, tak ada yg rumit, bahagia ada pada kesadaran yg bijaksana
Jangan menolak apapun yg datang padamu, jangan ingkari proses tempaan yg sesungguhnya dibutuhkan batinmu, jangan silau akan pencerahan yg kerap datang tanpa dikenali mata hatimu, semuanya hikmah n cara Tuhan menyampaikan Cinta

Tak perlu risau akan cara tuk kembalikan damai jiwa
Mulai dr hati, diri, rumah kita, keluarga n sekitar kita
Apa yg terlihat, terdengar, terasa, yg datang, yg dijalani, adalah Cinta, jgn pernah menilai wajah n perhitungkan rasa, betapa malu kita atas bagaimana Dia menCinta, tak ada bts waktu, ruang, wajah, warna, status, atau nilai khusus atas nikmatNYA yg tlh kita terima, lalu apa yg msh mjd masalah n alasan kita utk sekedar memahami n mengendalikan diri kita sendiri saja?

Simple saja, bersyukur adalah hal utama dlm tawadhu kpdNYA, dimana hal tsb dpt kita wujudkan dlm ibadah n keseharian kita, menjalankan syariat n kewajiban, beramal n hal2 positif lainnya, jika semuanya tlh terbiasa dlm sadar diri, keikhlasan perlahan menyelarasi, ketulusan akan hidup akan terasa sejuk menemani hari2, otomatis, sgl keinginan ats nama ego tak lg menjadi penting dlm diri, bahagia terasa cukup dinikmati dlm suasana dan kondisi yg apa adanya, hati, qalbu, jiwa, getaran dada, darah dlm nadi, keringat, kedipan mata, hela nafas dan peka pori kulit kita, terasa hampa tanpa mengingatNYA

Pikiran kitapun selalu penuh akan Dia, karena ingatan ini hidup hanya utk mengenangnya, setiap pandangan pun akan terasa indah, krn mata ini hanya indah didalam wajahNYA, segala yg kudgr pun terasa menggetarkan jiwa, krn yg kudengar adalah semata2 merdu suaraNYA, segala yg kurasa pun nikmat tiada taranya, krn hati ini telah dimilikiNYA

Indah, dalam segala yg tiada indah
Nikmat, atas segala lara n nyerinya derita
Bahagia, diatas segala hal yg paling bahagia
Aku adalah karena Dia
Dia ciptakan segalaNYA kepadaku penuh Cinta
Buatlah aku tak kokoh n kukuh sadar akan segala yg dapat membuatku goyah n gentar menCintamu
Beri aku sedikit lebih dr Maha Luar BiasaMU
Hanya demi aku bisa menjadi Aku, n mampu membalas CintaMU, seperti yang Kau Mau...

BUKAN SEKEDAR CINTA (I)

by Ellyssee Lavin (Notes) on Monday, October 11, 2010 at 5:16pm

Kepada air waktu yg mengalir.., demi nafas yg msh terasa hangat berdesir..
Berhentilah sejenak, singgahlah kedalam yakin didasar benak..
Adakah disana lain rasa yang hancur berserak..?

Rasa ini menamparku bak petir kilat nan lalu..
Jawaban ini bagai cermin yg menelanjangi nyawaku..
Sesal rasa keliruku, membunuh "aku" diatas AKU..
Aku gerah, aku penat, aku letih, sakit ini menggeliat bangkit, pahit ini buatku memahami, Cintaku tak cukup pasti, akan gurat Sejati..

Ketika lilin kecilku yg temaram, tak cukup terang menerangi wajah lautan.., lalu Kau ulurkan lentera yg silaukan semesta..
Lalu mengapa, pesan luruh tulus air hujan, hanya dimengerti bunga n hijau rerumputan..

Disaat sampan kecilku yg kerontang, tak cukup kuat mengarungi pelayaran.., kau ajari aku terbang n selami samudera yg dalam..
Tetapi, mengapa, kisah cinta langit n bumi, hanya difahami angin pagi..

Aku seperti tersedak air liur sendiri, Cintaku tak cukup sempurna utk kubakti..
Aku kian lesu disudut lubuk yg memilu, menyeka ribuan rasa malu, yg berlalu lalang diwajah qalbu..
Ingin kukatakan, namun begitu berat tercekat n tertahan beban..
Ingin ku teriak, namun hanya wajah telaga yg perlahan meriak..
Ingin ku menjerit, namun perihku makin menghimpit..

Wahai mentari, ingin ak mengenalmu lbh dekat lg, agar ak bisa lebih berani, cumbui pagi tanpa takut goda mega, dan tebal dingin sang kabut...

Wahai samudera, bawalah aku turut serta bermesra, ajari aku menari n berdansa diatas lekuk n tenangnya, agar ak bisa menikmati wajahmu, diatas perangai badai yg mengintai..

Kepadamu, rembulan malamku, ak kan terbang temui purnama, n mempersunting cahyanya, diantara pekat gulita...


BUKAN SEKEDAR CINTA 2

by Ellyssee Lavin (Notes) on Saturday, October 30, 2010 at 8:04am


Jika memahami...
Andai merasai...
Bila mengakui...
Apa arti sejati...

Jangan byk bertanya, tak perlu pula habiskan suara, tinta n air mata...

Tak mungkin pula gentar, tiada dapat pula tergoda cipta rasa n sgl karsa yg menyumbat ketulusan ikhlas yg ada, meski sekitar bergetar hebat dlm amuk romantika

Karena Cinta tak perlu terlihat, sebab Cinta tak risaukan sebab, lantaran Cinta tulus adalah tak pamrih seribu syarat, karena Cinta yg pasti hanya bg rasa yg hakiki, sebab Cinta dlm hakikat adalah tak sekedar mengabdi dan berucap...

Cinta yg penuh "sadar" diatas n didalam segala alasan n sebab akibat Cinta,
Yakin, pasti, abadi, n penuh kebahagiaan yg hakiki,
hanya satu hal saja, tiada lain adlh
"....kesadaran...."

AKU PADAMU

by Ellyssee Lavin (Notes) on Tuesday, October 5, 2010 at 8:29am


Kulepas waktu, bersama luruh rasa keluguanku
Membesarkan tunas kasih yang tumbuh, pada setiap rasa yang lahir mengalir sepanjang nyawa
Mudah tak selamanya ada, menyiangi rumput liar kemunafikan dalam mejalani alur kehidupan
Namun Engkau selalu ada dan sabar setia, mengulurkan tangan KasihMU dalam gerak sanubariku
Menyanjungku diatas keterbatasanku..
Memelukku dalam dingin beku kesombonganku..
Mengisi relung kesunyian n jiwa yang lemah di kesendirian..
Beri aku kekuatan, saat aku tak berdaya dalam kebodohan..
Merengkuh batinku dalam Kasih Sayang, disaat aku terluka dalam..

Apalah arti bahasa n segala rasa
Ketika Kau sadarkan aku akan Indahnya saat2 berDua..
Kelu ini lebih dari segala rindu..
Diam ini tak sekedar kemesraan mencumbu..
Debaranku terbangkan asmara yg membakar semesta..
Buta aku akan masa seketika..
Mati seutuh diriku terbunuh hadirMU..
Melambung sukmaku mencium aroma wangi tubuhMU..
Hasratku hampa terhempas segala megahNYA nan perkasa..
Sirna sudah segala realita, saat Kita satukan Cinta..

Kucari Engkau, Kau temui aku..
Kusebut namaMU, kau genggam hangat qalbuku..
Kutangisi Engkau, Kau berikan aku rebah di kokoh bahuMU..
Kubawa perih ini, Kau usap lembut penuh Kasih, hingga utuh kembali..
Meraung aku dalam sesak duka yg membumbung, kau rengkuh diriku dgn tulus penawar dalam Senyum..

Telah habis kata..
Manisnya caraMU Mencinta..
Dalam ironis n romantika, setiaMU tetap ada n sama
Menjadi dahan rindang yg bidang, sbg sandaran Kasih Sayang..
Tak bosan aku bercerita tentangMU..
Tak kan pernah usai rasaku memuja diriMU sang Pendamai..

Indah..indah..dam teramat indah...
Manis dari segala perkara paling manis..
Lebih dari pesona pelangi diantara gerimis yg bernyanyi..
Sekalipun dari gemerlap terang panorama kilau rembulan purnama..
Tak sebening embun pagi diujung senyum sang mentari..
Tak seindah biru langit n nuansa samudera seputar cakrawala..
Nikmat rasa ini bagaikan janji syurga..
Bukan atas nama segala yang kupunya, tidak juga akan semua rasa yg kusimpan dalam lipatan waktu yg panjang..
Namun abadi tanpa sebab berjuta alasan

Aku tak pernah tahu, kapan awal dari sepanjang waktu yg telah lalu
Aku hanya menyadari, ketika Sir ini hidup n sirami alam hati..
Dalam diam, senyum, tawa, lirih, jeritan, teriakan atau bahkan pedih n bahagia dlm tangisan...
Tak ada yg lain dan berbeda, berseru n bersuara, menyentuh, dan merasa...
Bukan sebatas raga diatas penatnya dunia, atau nyawa dalam bingkai kudus sang Atma..., selain kesadaran antara aku dan Dia...
Apa pula arti bibir dan kotornya alam fikir.., ketika batin ini hanya penuh dg Sir...

Tak ada nama yg dapat kucipta, dari apa yg kurasa..
Tak ada batas waktu, tuk lebih merasaiMU..
Tak ada layak yg lebih pantas akan ruang n sekat pembatas..
Karena Engkau ada dalam luas segala2nya..

Habisi rasaku hingga binasa..
Membawa segalaku tanpa tersisa..
Abadi diatas KehendakMU tanpa tidak..
Akankah aku sanggup balasMU n lebih ikhlas setia..
Jiwaku tergetar, hatiku menggigil gemetar, tanyaMU sentuh aku tuk seutuhnya tinggal dalam sadar, tanpa takut n gentar..
Kau yakinkan aku, tegarkan pastiku, bahwa CintaMU begitu besar, naungi semesta dalam Kasih yg Akbar..

Aku mau...
Aku ingin..
Aku harus..
Aku..... PadaMU.....

CINTA KASIH ITU...

by Ellyssee Lavin (Notes) on Monday, October 4, 2010 at 4:30am


Sejuk nian hatiku, karenaMU...
Indah nian rasaku, karenaMU...
Terbang melayang sukmaku, kepadaMU...
Lepaskan kemelut2 rindu, yg melekat erat didadaku...
Tersenyum aku, membawa hasrat dari separuh nafas yg tersendat, menanti balas tiup Kasih kecupan hangatMU...

Basah bibirku, dalam lirih basah, sebut panggil namaMU.,
Telah habis sesak asaku, penuh akan puja nan mendamba, HadirMU...

Disisi serpihan sunyi, kubuka isi dada dibalik mata yg berkilat cahya, membuka tabir rasa, akan wajah n seribu kisah, titipan Tunggal sang Maha Cinta...

Telah luruh air hujan, gumuli hijau rerumputan nan perawan...
Telah basah tanah, yang kerontang resah, menanti siram Kasih yg tercurah, basuhi benih yg lama terbenam lemah...
Benih seribu kembang, yang kan tumbuh cantik menjawan, dalam kuntum2 yang kuncup tersenyum...

Kini tiba musim semi menanti, tuk menebarkan harum seribu wangi, aroma taman surgawi...

Desau merdu angin nan lalu, sampaikan salam hijau dedaunan yang merindu
Dan jauh, diatas sana.,
Surya keemasan terangi wajah buana, singgasana alam...
Pekik riang, nyanyian merdu camar n kenari, haturkan kidung syukur, dalam ritual tari diantara semburat pelangi...

Sementara, sang biru megah cakrawala, setia memayungi luas samudera, yang menyimpan tulus rasa sama, biru wajahnya tiada lepas menatap pasrah pada langit yg menaunginya, bukankah itu cinta...?

Suaramu penuh siratkan gelora...
Berderu, menggelegar, dihempas gelombang yg marah n garang...
Kemudian tenang, lembut, bijak mendamaikan..
Tiada riak dendam n kebencian, meski badai kerap datang melumat wajahmu yg biru menentramkan...

Takjub aku, ikuti goresan kanvas yang kulukis lepas
Terpesona aku menuangkan cerita pada pena dalam buku rasa
Seribu satu kisah Cinta dari semesta
Antara hujan n benih kembang pada rerumputan...
Tali kasih biru n setia antara langit n samudera..., dan
Tulus sinar sang surya yang menerangi buana hingga pintu senja tiba...

Belum habis rasanya, kulumat rasa indah cerita, ketika langit mulai merona dalam merahnya yg jingga...
Dan lembayung, sisakan terang yg perlahan terhuyung, n hilang dibalik kabut gunung...

Jelang pekat, jelita sang malam..., diakhir pesan senja yang berlalu, tersisa cerita dalam ruang bilik hatiku...
Tuangkan rasa pada warna lukisan n tulisan buku jiwa, akan gambar n makna dari sepenggal kisah n cerita cinta, sesaat, sebelum rembulan tiba...

Gelap mulai lambat merayap, seiring dingin yg mulai menyergap..
Wajah rembulan sendu, seolah malu2 menggodaku..
Sinarnya tersenyum, menyapu temaram tanpa mendung..

Kutemukan juga kisah cinta n roman yang senada, antara bulan, bintang, alam n pekat yg memikat dibawah cahya purnama...

Cahaya yg bersitatap mesra, menukar bias n sirat cinta, dalam kerlip n gemerlap sinar mereka, sepanjang malam, seolah dunia malam, hanya milik bintang n rembulan..

Meski tak jarang, mega hitam datang berarakan, menghalangi gelora asmara yg tengah terjadi, namun tiada pernah pertengkaran mengakhiri, atau hadirkan benci..

Dan, malam pun tak membuat alam menjadi muram tanpa terang siang..
Kecantikannya nampak n indah menentramkan gundah..
Dipoles cahya sinar rembulan, n dihiasi kilauan bintang2..
Bagai bidadari bergaun hitam keemasan, menunduk malu ditatapan sang pangeran tampan...

Akhhhh....
Cerita cinta, kisah segala kasih
Ketulusan n ikhlas berbagi rasa tanpa pamrih..
Terpatri menjadi prasasti, dalam lubuk sanubari..
Tertanam dipadang jiwa, meresap dalam relung n penuh terisi, pesan kasih sejati..

Siang dan malam adalah kiasan
Mewakili wajah n waktu yang berlalu
Namun hakikat pesan itu kujadikan ilmu
Sakral, suci, sarat akan pesan cinta kasih sayang, dari Engkau Sang Tunggal...

Seketika, diriku serasa menjadi semesta yang nyata
Merasakan, menyadari utuh hakikat dari sadar n kenyataan
Menyimpan pesan kasih, membawa amanah cinta Tuhan..

Bahagiaku laksana rinai hujan yg menyejukan..
Hatiku kian subur, tuk jadi ladang dari benih2 kasih yg siap kusemaikan
Menjadi taman terindah dari seribu taman yg terindah
Menjadikan diriku semesta yg harum, menawan n megah

Ketika hidupku melangkah n bersaksi,
Ketika hidupku berjalan n mencari,
Ketika hidupku merasa n berakhir hampa,
dari.., untuk.., awal.., akhi.., tujuan.., tanya.., harapan.., n sejuta alasan, hanya bicara akan satu hal..

Aku adalah Cinta Kasih Engkau
Engkau adalah Cinta Kasihku
Engkau dan Aku, maka KITA adalah Cinta Kasih itu.....