Sunday, April 12, 2015

Repost dari ROMO GOES DI
Bismillahirrahmanirrahiiim...



MARTABAT NAFSU


Bila kita berbicara tentang nafsu maka yang muncul dipikiran kita adalah tingkah laku manusia yang tidak baik, nafsu adalah perbuatan syaitan, nafsu adalah hal-hal yang berhubungan dengan perbuatan negatif.


Pengertian nafsu disini kita bagi menjadi 2 bagian :


Pertama : Nafsu dalam artian Negatif yaitu yang timbul karena kekotoran hati manusia.


Kedua : Nafsu yang diartikan sebagai peringkat atau level atau martabat hati manusia.


Dalam usaha kita untuk mendekatkan diri dengan Allah maka kita perlu untuk mensucikan tiap-tiap martabat dari nafsu, kita harus bisa menembus hijab-hijab yang ada pada tingkatan nafsu-nafsu ini agar manusia bisa mengenal dirinya dan mengenal tuhannya.Adapun nafsu itu letaknya dicabang hati manusia, nafsu disini bertindak sebagai dinding (hijab) hubungan antara diri rahasia manusia dengan tuan empunya diri (Tuhannya).Oleh karena itu tugas manusia yang hendak menuju kepada makrifat hendaklah bisa memecahkan dinding-dinding hijab ini sehingga bisa sampai ke martabat yang paling tinggi yaitu kemulian disisi Allah s.w.t.

Dan tentunya kalau bisa kita membuka hijab-hijab ini maka bebaslah diri batin manusia itu untuk bertemu dengan diri empunya diri pada setiap waktu dan setiap saat.
Tanpa memecahkan dinding-dinding nafsu ini manusia tidak mungkin dapat kembali kepada Tuhannya semasa hidup didunia atau mematikan dirinya sebelum mati.
Kita harus bisa sampai kemartabat “ mematikan diri sebelum mati “ kalau mau kembali kepada Tuhannya saat masih bernafas.


Adapun martabat nafsu pada diri manusia terdiri dari tujuh nafsu sebagaimana yang termaktub dalam Alquran :
1. Nafsu Amarah
2. Nafsu Lawamah
3. Nafsu Mulhamah
4. Nafsu Mutmainnah
5. Nafsu Radiah
6. Nafsu Mardiah
7. Nafsu Kamaliah


Sebagaimana firman Allah dalam Alquran surah Al-Mukminun ayat 17Artinya : sesungguhnya kami telah menciptakan keatas dirimu tujuh jalan (nafsu)



1. NAFSU AMARAH

Adapun nafsu amarah adalah satu kelakuan dari hati yang menimbulkan suatu perangai yang mengandung sifat-sifat Mazmumah yang berlebihan.
Manusia-manusia yang memiliki nafsu amarah biasanya memiliki sifat-sifat yang tidak disukai oleh Allah seperti : Dengki, khianat, iri hati, pemarah dan lain-lain, biasanya mereka yang dikuasai nafsu amarah bertindak mengikuti fikiran tanpa menggunakan akal, mereka merasa diri merekalah yang berkuasa atas ini dan itunya.


Firman Allah surat Yusup ayat 53Artinya : sesungguhnya nafsu amarah itu senantiasa menyuruh berbuat jahat.
Firman Allah surah Al-Jaashiah ayat 23Dan sesungguhnya orang-orang yang diliputi nafsu amarah biasanya tak tahan diuji dan jika diuji dengan satu ujian atau cobaan mereka terus emosional bertindak mengikuti fikiran dibawah hasutan syaitan.Pada peringkat ini manusia-manusianya dikuasai oleh syaitan, jiwanya sering tegang, fikiran sering kusut, jarang sekali untuk mengingat Allah.



Mereka diperingkat nafsu ini akan mengingat Tuhan ketika susah dan melupaiNYA di saat senang.

Firman Allah surah Fusyilat ayat 51Apa yang mereka lakukan semuanya semata-mata dorongan dari fikiran mereka dan tidak pernah timbul di hati mereka perasaan bersalah atas kesalahan yang mereka lakukan.


Sesungguhnya nafsu amarah ini adalah nafsu binatang bahkan lebih hina dari binatang karena mereka yang dikuasai amarah mempunyai hati tapi tidak “ memerhati “, mempunyai mata tapi tidak melihat dan mempunyai pendengaran tapi tidak mendengar, mereka-mereka ini bolehlah kita sebut binatang yang berupa manusia.


Surat Al-Aaraaf ayat 179Sifat-sifat lain yang biasanya ada pada mereka yang dikuasai nafsu amarah seperti : tidak bersyukur atas sesuatu yang diperolehnya, suka mencela kelemahan orang lain walaupun teman karibnya sendiri, membayangkan dialah orang yang paling baik dan sempurna.Justru karena itu adalah menjadi kewajiban dari manusia tersebut haruslah menyucikan sifat-sifat nafsu amarah tadi supaya timbul sifat-sifat murni dan hilangnya sifat-sifat mazmumah.

Surah Asy-Syams ayat 710
Zikir orang yang masih di tingkatan nafsu amarah hanya dilidah saja tidak menyerap ke dalam hati, zikirnya hampa tidak bertenaga. Jiwa mereka pada tingkatan ini kosong, hubungan dirinya dengan empunya diri terputus, bahkan diri rahasianya di hijab dari Allah swt.Orang seperti ini diri batinnya kurus, sakit tersiksa sedangkan badan zahirnya gemuk dan sehat, penyakit nafsu amarah jika dibiarkan menular pada jiwanya menyebabkan tertimbunya selaput tebal untuk dirinya mengingat tuhannya dan hidupnya terus hanyut tidak berpedoman bagai awan tertiup di langit.Sesungguhnya bagi mereka yang dikuasai oleh nafsu amarah termasuk dalam golongan manusia yang rugi disisi Allah swt.




2. NAFSU LAWAMAH

Pada tingkat nafsu Lawamah manusia telah dapat menguasai satu perasaan semacam larangan bagi dia untuk melakukan sesuatu kesalahan, kezaliman atau apa saja yang dilarang oleh syariat.Perasaan ini timbul pada sudut-sudut hatinya ketika mereka hendak melakukan sesuatu kesalahan, bisikan didalam hatinya ini yang disebut LAWAMAH.

Lawamah ini di ibaratkan seperti lampu isyarat di dalam mobil dimana lampu ini akan menyalah berwarna merah bila mobil tersebut hampir kehabisan bensin yang mengisyarat kita supaya mengisi bensin lagi sebelum nantinya mogok di jalan.

Bagi mereka yang mempunyai Lawamah dan mematuhinya dengan rasa tanggung jawab maka akan terselamatkan dari bahaya yang akan datang sebaliknya jika seseorang yang telah meningkat ke martabat nafsu lawamah tetapi tidak mematuhi isyarat larangan maka lama kelamaan akan padam dan kembalilah mereka ke nafsu amarah lagi.

Zikir mereka pada tahap ini masih melekat dibibir tapi kadang-kadang menyerap masuk ke dalam hatinya dan keadaan ini tidak tetap maka seharusnya orang ini meneruskan zikirnya dengan penuh ketabahan.Mereka pada martabat ini masih ada sifat-sifat tercelah (mazmumah ) tetapi sudah berkurang, jika mereka tetap patuh terhadap isyarat yang timbul di susut-sudut hatinya maka lama kelamaan sifat-sifat mazmumah ini akan hilang. Lama kelamaan mereka akan merasa segan untuk melakukan sifat-sifat mazmumah dalam hati mereka akan timbul penyesalan atas sikap-sikap mereka yang terdahulu.

Firman Allah Surah Al-Qiyamah ayat 2Maka dengan ketekunan mematuhi isyarat serta kuat pula berzikir maka tingkatan nafsu mereka akan meningkat ke martabat nafsu yang lebih tinggi yaitu NAFSU MULHAMAH.

Pada peringkat nafsu Lawamah orang ini dapat menerima Ilmu Gaib melalui LADUNI pada peringkat Nur atau mimpi dalam tidurnya dan kadang-kadang dapat pula menerima ilmu melalui Laduni di peringkat Tajali.Oleh karena itu seseorang di peringkat ini haruslah berusaha dengan tekun dan sabar mengikuti petuah-petuah gurunya agar peningkatan martabat nafsunya akan tercapai.


3. NAFSU MULHAMAH

Setelah seseorang berhasil mengikuti petuah-petuah gurunya dan menerima isyarat nafsu lawamah dengan patuh maka dia akan mencapai tahap nafsu yang lebih tinggi dan mulia martabatnya daripada nafsu Amarah dan nafsu Lawamah, adapun yang di maksud dengan nafsu tersebut adalan Nafsu MULHAMAH,Pada peringkat ini mereka dapat menyingkirkan sebagian besar sifat-sifat yang tercelah, jiwa mereka mulai berkembang sifat-sifat baik, lapang dada, mereka dapat pengajaran ilmu gaib melalui jalan LADUNI diperingkat Nur dan Tajali daripada tuhannya.

Jiwa mereka kadang-kadang tenang dan adakalanya pikirannya gelisah, singkatnya sifat-sifat Mazmumah masih melanda jiwa mereka, zikir mereka di peringkat ini mulai melekat di hati tetapi tidak 100% telah tetap di hati mereka.
Larangan berupa isyarat tetap berkembang dan lebih membesar dan pada peringkat ini mereka dapat merasakan perasaan “ zuk “, seseorang di peringkat ini akan menerima satu lagi cara penyampaian ilmu gaib melalui Laduni di pe ringkat SIR, di mana dia dapat mendengar suatu suara gaib yang mengajar dirinya tentang ilmu gaib melalui telinga batin.Biasanya suara gaib itu adalah suara guru gaib yang terdiri dari pada wali-wali Allah yang agung yang mengajar seseorang itu dengan terang dan jelas.


4. NAFSU MUTMAINNAH

Setelah mencapai suatu martabat Nafsu Mulhamah dan selalu mengikuti petuah-petuah gurunya serta dapat pula menerima “ zuk dan Sir “ di samping hilang pula segala sifat Mazmumah pada dirinya maka seseorang itu akan mendapatkan ketenangan, kelapangan jiwanya hilang perasaan resah dan gelisah di hatinya.Hatinya saat ini mulai melekat rasa lamunan kasih terhadap Allah swt,

Firman Allah Surah Yunus ayat 62-64Firman Allah Surah Al Fajr ayat 27-30Zikir mereka di tingkatan ini sudah melekat di hati dan ingatannya terus bersama Allah pada setiap saat, pada peringkat ini seseorang manusia dapat di sifatkan mencapai martabat wali, ( di namakan oleh para tasauf wali kecil ), di samping itu mulai dapat menerima ilmu gaib (Laduni) secara SIR USIR,

Pada peringkat nafsu Mutmainnah mereka dapat mendengar dan melihat dngan pendengaran dan penglihatan mata batin, mereka dapat melihat dengan mata kepala mereka sendiri bagaimana suka dukanya seseorang yang sudah meninggal dunia dan beada di alam Barzah serta di beri peluang juga menjelajahi ke alam lain ( alam gaib ).
Pada peringkat ini timbulah sifat-sifat super yang tidak di miliki oleh orang-orang awam seperti : Keramat, Mendapat Ilham dan sebagainya, bagi mereka di peringkat ini sering di lamun persaan dan fana akibat kuatnya gelora lamunan cinta terhadap Allah swt.


5. NAFSU RAADIAH

Setelah mencapai martabat Nafsu Mutmainnah dan gigih melatih dirinya untuk Makrifat kepada Allah swt maka seseorang itu akan di tingkatkan lagi ke martabat nafsu RADIAH.Zikir mereka pada saat ini tetap berada di hatinya dan ucapan zikirnya pula di hatinya semata-mata, mereka tidak pernah lupa atau lalai kepada Allah swt.Pada martabat ini jiwa mereka suci, hati mereka bersih hening dan setiap apa yang di lakukan olehnya seirama antara hati, mulut, perbuatan, semuanya mulai mendapat keredaan Allah swt.Adapun fana mereka dinamakan fana Qalbi yaitu hati nuraninya terus dilambung perasaan cinta kepada Allah swt pada setiap saat di manapun berada.

Mereka pada peringkat ini sering di jemput oleh wali-wali Allah yang agung untuk menjelajahi kea lam-alam gaib yang jauh keluar dari pemikiran manusia, di samping mereka terus di ajar tentang ilmu gaib yang lebih tinggi dan teknologi ilmu Allah yang tinggi yang sudah tentu tidak bisa di tandingi dengan teknologi manusia.Disamping itu mereka bisa terus berkomunikasi dengan para rasul, nabi-nabi, aulia dan para wali-wali Allah, mereka dapat membicarakan hal-hal yang behubungan dengan ilmu gaib dan tentang petuah-petuah makrifat dengan Allah swt.

Kontak mereka ditingkatan ini adalah dengan Nur, Sir dan Sirusir pada saat kontak dengan para rasul-rasul, nabi-nabi, aulia dan para wali-wali Allah mereka dapat menikmati satu kelezatan yang tidak bisa di jelaskan dengan kata-kata hanya bisa dirasakan sendiri oleh mereka yang sudah sampai tingkatan ini.


6. NAFSU MARDIAH

Bagi mereka yang sudah sampai martabat Nafsu Mardiah jiwa mereka sering Fana Bakabilla yaitu hatinya, kalbunya dan jasadnya sering sekali dilamun perasaan cinta yang amat sangat terhadap Allah swt.Jiwanya tenang, lapang tidak gelisah, bahkan seluruh jiwa raganya tertumpu kepada Allah swt semata-mata, zikir mereka di level ini tetap bersemedi di dalam kalbu dan tidak pernah lalai dan lupa kepada Allah swt walaupun cuma sesaat.

Mereka sering menerima tamu-tamu agung yang terdiri daripada rasul, nabi-nabi, para arifin billah, para sidikin dan para wali-wali Allah disamping mereka juga dapat menerima ilmu gaib secara LADUNI di peringkat TAWASUL .Mereka sering menjelajah seluruh alam maya dan alam gaib yang lain termasukSurga, Neraka, Arash dan kursi Allah swt.
Firman Allah surah Al Talak ayat 2Dalam hal pemecahan wajah dirinya, mereka di tingkat ini sudah mendapat wajah di antara tujuh wajah ke delapan wajah bergantung kepada badan masing-masing.


7. NAFSU KAMALIAH

Adapun yang di maksud dengan Kamaliah adalah keadaan telah berkamil ( sempurna ), pada martabat ini apa saja kelakuan di antara diri batin dan jasad adalah sama dan tidak bercerai berai diantara satu dengan lainnya.Di mana apapun yang mereka kerjakan di reringkat ini tetap di setujui dan di ridhai oleh Allah swt, maka secara sepontan keadaan ini di namakan …….

Mereka ini kalau di katakana sakti teramat sakti, kalau keramat amat keramat, kalau alim teramat alim mereka mempunyai segala kelebihan yang tidak di miliki orang awam.Siapa saja yang sampai ke tingkat ini mereka berpeluang menerima ilmu Syahadah yaitu Ilmu Allah yang paling tertinggi yang dapat di peroleh manusia alam maya ini, ilmu syahadah ini akan di ajarkan oleh Allah sendiri melalui guru yang di namakan guru batin.

Bagi mereka yang telah mencapai martabat nafsu Kamaliah mereka hendaklah berusaha pula mengembalikan dirinya kemartabat nafsu orang mukmin yaitu nafsu mutmainnah, mereka tidak harus tinggal lama di martabat nafsu Kamaliah, mereka harus menjadikan diri mereka ke orang awam, bergaul, berniaga, berpolitik dan menjadi khalifah di alam maya tapi jiwa raganya tetap bersama Allah.

Fana baka Billah buat selamanya sehingga derajat dirinya susah di tafsir banyak orang, mereka disebut sebagai orang alim tidak alim, sifat manusia yang sempurna dan sederhana dimiliki oleh mereka di martabat ini dan mereka mulia di dunia dan akhirat.

Akhirul kalam saya sampaikan kepada siapa saja yang membaca tulisan saya ini, tuntutlah ilmu tasauf sehingga tercapai martabat yang di gambarkan dalam uraian ini sehingga kita semua selamat di dunia dan akhirat.

salam.............................


Semoga bermanfaat
Salam Kasih, semoga semua makhluk selamat dan berbahagia








Wednesday, April 8, 2015

H E A R T



Dont put anything in your Heart
Just let it be a pure temple for God
As the light of true Self
As the source of true Love

(elle)

Tuesday, April 7, 2015


Q U A L I T Y


when you think about 
a quality life
a quality relationship
a quality happiness
a quality time
a quality personality
just realize that all is about Quality SELF

(elle)


Yang lebih berharga daripada waktu adalah 

KESADARAN

Yang lebih berkualitas daripada ilmu pengetahuan adalah 

KEARIFAN

Yang lebih mulia daripada amal adalah 

HATI


(elle)
E  S  E  N  S  I
(ellyssee)



Dunia dan segala sesuatunya
Bisa dijelaskan melalui puisi dan ragam tulisan
Emosi dan perasaan 
Masih dapat digambarkan melalui warna dan lukisan
Sedangkan Esensi Diri
Hanya dapat dipahami oleh jiwamu sendiri

_()_

Tuesday, March 24, 2015

SEPERTI YANG KAU MAU
by Ellyssee Lavin (Notes) on Tuesday, November 2, 2010 at 9:11am



Mari Menikmati Renungan...




Perjalanan hidup di keseharian, hakikatnya limpahan hikmah yang tak ternilai
Tak ada yang sia - sia, bahkan dari separuh hela nafas kita
Segalanya hidup tiada henti, mengisi makna sadar atau tidak, mengelilingi kesadaran kita
Sepintas kosong dan hampa, ketika batin kita lalai dari terjaganya
Senantiasa menjadi romantika, ketika ego dominan menyumbat kepala, mempersempit hati, menjadi kemelut qalbu, jiwapun seolah terbelenggu, karena tak jua diri dan Sang Sejati selaras bertemu


Nasib selalu jadi alasan dan dijadikan kambing hitam, dan membenarkan segala penolakan
Kesadaran pun mengabur dan hilang, lalu kesulitan dan salah kaprah mencari ketenangan dan memahami maknanya
Hatipun seketika nyeri, dadamu sesak bergejolak, batinmu meronta berteriak, jiwamu tertahan dalam kesakitan
Lalu kau cari kembali kesadaran belakangan, merangkak, jatuh bangun dan tersesat, kau kembali menyalahkan keadaan dengan mengatas namakan khilaf dan kealfaan
...atau mungkin bahkan malah mencari pembenaran...???


Semua yang terjadi berawal dari dalam diri, bahkan kau ciptakan sepenuh sadar yang lantas kau ingkari, hanya demi jeratan mimpi dan pesona ilusi
Entah mengapa, ketika kau merasa tak mampu usaikan semua, dirimu tak jua benar membuka mata, tak pernah pula sungguh - sungguh memahami rasa
Sadarmu tak mestinya kau lempar kebatas ruang luar, sesalmu tak mampu lunasi tangis batin yang luka terkapar


Pernahkah kau tanya pada dirimu, apa yang kau cari dan kau dapatkan waktu lalu?
Untuk siapa? Dan apa yang kau rasa? Adakah titik temu yang pasti dari dahagamu yang ambisikan puas nan abadi?
Mengapa kini kau tertunduk dan terpuruk, ketika segala kepuasan itu membuat kebahagiaan yang kau damba kini jatuh bangkrut?


Ketika rasamu terasa binasa, baru kau mengakui dirimu tak berdaya, setelah tiada yang mau peduli, engkau terisak mengakui nyeri hidup dalam sendiri, setelah engkau tak menemukan siapa siapa, dirimu terhenyak meratapi derita, lalu mendramatisirnya dalam lara dan air mata, dan kau akhiri dengan pengakuan yang kau sebut do'a
Sudahlah, yang terjadi baru saja kita sadari, nikmat atau nyeri hanya sebuah udara yang datang dan pergi
Hapus dilema rasa, dengarlah suara nurani, benahi kesuraman hati, biarkan jiwa tumbuh mekar bijaksana


Hadapi semua dalam syukur, jalani segalanya dengan tulus, tak ada yang harus jadi beban atau merasa terbebani
Segalanya hidup mengalir dengan pasti, jadilah sebuah pribadi yang lebih siap lagi, lebih bijak menentukan pijak dan sikap, lebih bebas mengalirkan gerak batin yang ikhlas
Tak ada yang sulit, tak ada yang rumit, bahagia ada pada kesadaran yang bijaksana
Jangan menolak apapun yang datang padamu, jangan ingkari proses tempaan yang sesungguhnya dibutuhkan batinmu, jangan silau akan pencerahan yang kerap datang tanpa dikenali mata hatimu, semuanya Hikmah serta cara Tuhan menyampaikan Cinta dan Hidayah


Tak perlu risau akan cara tuk kembalikan damai jiwa
Mulai dari hati, diri, rumah kita, keluarga dan sekitar kita
Apa yang terlihat, terdengar, terasa, yang datang, yang dijalani, adalah Cinta, jangan pernah menilai wajah dan perhitungkan rasa, betapa malu kita atas bagaimana Dia menCinta, tak ada batas waktu, ruang, wajah, warna, status, atau nilai khusus atas nikmatNYA yang telah kita terima, lalu apa yang masih menjadi masalah dan alasan kita untuk sekedar memahami dan menyelami serta mengenali diri kita sendiri..?


Bersyukur adalah hal utama dalam tawadhu kepadaNYA, dimana hal tersebut dapat kita wujudkan dalam amal/karya/ibadah melalui keseharian kita, menjalankan syariat serta kewajiban, beramal dan banyak sekali hal - hal positif lainnya.
Jika semuanya telah terbiasa dalam sadar diri, keikhlasan perlahan menyelarasi, ketulusan akan hidup akan terasa sejuk menemani hari - hari, otomatis keinginan atas nama ego tak lagi membuas menguasai diri, bahagia terasa cukup dinikmati dalam suasana dan kondisi yang sederhana apa adanya, hati, qalbu, jiwa, getaran dada, darah dalam nadi, keringat, kedipan mata, hela nafas dan peka setiap pori kulit kita, terasa hampa tanpa mengingatNYA.


Pikiran kitapun selalu penuh akan Dia, karena ingatan ini hidup hanya utk mengenangnya, setiap pandangan pun akan terasa indah, karena mata ini hanya indah didalam wajahNYA, segala yang didengar pun terasa menggetarkan jiwa, karena yang terdengar adalah semata - mata merdu suaraNYA, segala yang dirasa pun nikmat tiada taranya, karena hati dan seluruh rasa adalah milikiNYA semata

Indah, dalam segala yang dianggap hina
Nikmat, atas segala lara dan nyerinya derita
Bahagia, diatas segala hal yang paling bahagia
Aku adalah karena Dia
Dia ciptakan segalaNYA kepadaku penuh Cinta
Buatlah aku untuk kokoh dan kukuh sadar akan segala yang dapat membuatku goyah dan gentar menCintamu
Beri aku sedikit lebih dari Maha Luar BiasaMU
Hanya demi aku bisa menjadi Aku, dan mampu kembali padaMU



(tulisan ini dibuat lebih ditujukan kepada diri sendiri, mengingat dan memotivasi diri, semoga bermanfaat bagi yang berkenan).


Salam Kasih Satu Jiwa
Semoga Seluruh Makhluk Selamat dan Bahagia

HIDUP BUKAN PILIHAN
(ellyssee)





Setiap saat ternyata kita senantiasa kurang memahami, lupa, khilaf dan sedikit sekali pemahaman untuk belajar serta istiqomah akan penting (utamanya) menyadari "diri"

Betapa sepenuh waktu peperangan terjadi didalam relung qalbu.
Dunia dalam tipu dayanya, fitrah manusia dengan keterbatatasannya, membuat dan menciptakan romantika dan warna hidup manusia dalam gambar lukisan diatas kanvas nasib yang samar.

Perhelatan luar biasa terjadi, bahkan terkadang diluar ambang batas nalar yang wajar, sementara segalanya mengalir mewakili atas nama qada dan qadar.

Apa yang sebetulnya kita kejar?
Sudahkan kita ketahui tujuan hidup ini dalam arti sebenar?
Pernahkah kita sadari adalah hakikat sebagai awal belajar?
Sementara kebingungan menyeret kita senantiasa hanya terlena pada kulit/dunia luar?
Dan apa yang terjadi ketika dongeng dunia ini mulai digelar?

Ketika nafsu mengatas namakan hak yang berlandaskan kepada keinginan yang bernama "kepuasan"
Perang diri antara Ingin dan Tidak Ingin, ego dan emosi, harapan, prasangka, keakuan dan angan - angan yang kerap menciptakan asumsi serta persepsi bahwa hidup adalah penderitaan dan hidup adalah pilihan

Merasa (keakuan) bahwa kesuksesan hidup adalah karena kemampuannya, karena kecakapannya, karena pengetahuan, pengaruh, kekayaan, kecerdasan serta kekuasaannya, tanpa menyadari bahwa ada hal paling sederhana adalah justru diluar kehendak, kuasa dan diluar logikanya......, adalah...

1. NYAWA
Mengetahui dan memahami alasan dan tujuan mengapa sang diri lahir ke dunia, dan mengapa terjadi adanya dunia serta isinya

2. NAFAS
Proses hidup sang diri dari detik demi detik bahkan jeda diantaranya kerap tak disadari "kejadiannya", atau untuk sekedar menikmatinya, bahwa ada apa dan siapakah yang Kuasa menggerakan dan mengontrol nafas kita, degup jantung, denyut nadi, dan segala system kerja seluruh organ dalam tubuh, yang membantu menopang kelangsungan hidup sang diri ini

3. RASA
Ungkapan sakit hati, jatuh cinta, sayang, cemburu, bosan, jenuh, suka, tidak suka, benci, marah, penasaran, senang, bahagia, adalah ungkapan akan bentuk perasaan yang tak dapat dibuktikan dalam bentuk benda, namun manusia mengakui itu nyata dirasakan dirinya dan dapat diungkapkan melalui ekspresi seperti menangis, teriak, senyum, tertawa, atau melalui karya seperti melukis, menulis dan menyanyi. Jika kita kaji, siapa yang menciptakan rasa yang tak berwujud dalam benda tersebut, siapa yang mengendalikan rasa tersebut ketika berubah dari rasa yang satu kepada rasa yang lainnya...? bahkan rasa hampa yang tidak kita mengerti kenapa sebabnya..?

Berbagai ilmu pengetahuan modern, bisnis dengan prospek menjanjikan akan masa depan dan segala hal bentuk duniawi yang menyita akal pikitan serta aktivitas manusia, kerap membuatnya lupa untuk sekedar memperhatikan dirinya sendiri, karena kesalah pahaman dalam prinsip, serta persepsi akan arti serta tujuan hidup, terlebih pemahaman akan siapa sebenarnya dirinya, peran serta tugas mereka yang sesungguhnya di dunia ini.
Kebahagiaan dan ketenangan bagi mereka hanya diyakini dalam kesuksesan duniawi semata, yang justru mereka tahu bahwa hal tersebut tak abadi, ....IRONIS


Lalu sang diri meyakini untuk hidup dalam kehendak serta pengaturannya sendiri, bukan hidup dalam Kehendak serta Pengaturan Sang Pemilik diri dan seluruh semesta ini


Kesadaran tak lagi diusung sebagai perisai, hati tak lagi dijaga sebagai mutiara jiwa yang teramat istimewa dan terlalu biasa dibilang berharga, kenapa? Karena hati adalah nyawa sejati hidup manusia dengan kesucianNya.

Keberadaan raga yang menawan dan sekaligus hina menjijikan, hanya hati yang dapat menentukan rupanya dalam ucap dan perbuatan.

Apa yang sudah kita lakukan untuk kelangsungan hakikat hidupnya hati dibalik raga yang tak berarti, sementara dunia mengancam singkatnya hidup tanpa limpahan materi dalam belenggu obsesi dan materi, ilusi dan tak akan pernah abadi.


Pengalaman jatuh bangun dalam perang diri, semata -mata karena lalainya membaca buku diri yg Tuhan titipkan dalam raga, tubuh, alam, jiwa, batin, alam semesta dan segala isinya, sejarah dan segala wujud peristiwa lakon diri diatas dunia serta jiwa dan kesadarannya.

Hikmah yang nyata nyaris tak terbaca, karena lebih suka mengumbar kasat mata yang terjebak dalam kehausan akan glamournya pesona maya, jerit merana kebatinan jiwa yang merindukan kesejatian dan kehakikian nyaris dituli redamkan seketika, betapa diri didustakan selamanya.

Realita dan Hakikatnya tak lagi harmonis menyatu dalam lagu sadar sebenarnya, ketimpangan yang tak disadari seolah disengaja dalam kebutaan yang biasa dan telah menjadi terbiasa.

Ketika kita dihadapkan pada kecewa, kepahitan, kehilangan, kesakitan, kesengsaraan dan kesorangan dalam derita, kita baru berlari tersungkur bersujud pada hakikat fitrah kita dan Pemiliknya..., seolah hanya sebagai pelarian semata.

Ketika tiada sesiapa lagi yang mau peduli melihat, mendengar, atau meminjamkan sejenak bahunya untuk kita bersandar, ketika tangisan, teriakan, jeritan dan rintihan pilu kita tiada sepasang telingapun yang sudi untuk sekedar mendengar, baru seketika kita merangkak meraih rangkulan sang sadar.

Kemudian perlahan Tuhan dengan Cinta KasihNya yang begitu besar, senantiasa menerima dan bijaksana, memberikan cahaya terang Kesadaran
Ketika Sang diri telah mengaku sepenuhnya,dan berserah sepenuhnya, kemudian kau sadar...

"bahwa yang lalu segalanya tak selalu benar, bahwa yang sudah sudah adalah semata lelah buah dari alfa, keliru, sombong, angkuh, munafik, dzhalim dan salah, dan tak mau mengalah, demi nafsu yang menyetubuhi kesucian jiwa yg pasrah, demi ambisi yang menggagahi keluguan nurani, demi "puas" yang menelanjangi kemurnian hati, diri yang hina dan tak berdaya tanpa Kuasa, Rahmat serta Kasih dan AmpunanNya..."

Tak lebih dari pepesan kosong yang kita songsong, kiranya kepuasan adalah kebanggaan dari dambaan yang sebenarnya bohong,

Ya, dimana batas puas yang kita kejar begitu buas, nilai apa yang kita capai sementara tak jua sampai hidup dalam sebenarnya damai, padahal jauh dalam batin, hakikat bahagia dijamin begitu luas tanpa batas rasa

Dunia adalah ajang sekolah bagi yang mau mengejar masa depan yg terjamin cemerlang, belajar, berkarya, berbagi, mengabdi dan membersihkan diri adalah hakikat kelangsungan hidup sebagai seorang INSAN didalamnya yang berguna bagi banyak umat dan keluarganya
Dunia bukanlah pilihan, ketika telah mengetahui dan memahami serta hidup seimbang dengan HAKIKATNYA DIRI SERTA KEHIDUPAN DAN SANG MAHA HIDUP


Memuali hidup diatas dan didalam baju kesadaran, atau hidup senantiasa apa adanya dalam ketelanjangan dan keberserahan
Lihatlah diri dalam mata yang hakiki, lepaskan pandangan biasa yang hanya mengenali ego diluar kemurnian nurani


Dahagakah kita atas nikmat dari bahagia yang abadi?
Tidakkah kita tergoda mencicipi Kasih Tuhan yang tak terhingga?
Hidupkan hati, suburkan batin, sucikan jiwa, basuhi qalbu dg Iman dan Taqwamu yg lebih hakiki lagi..
Cari hakikat, tunda realita sebentar saja, benahi DIRI dlm keCINTAAN yg sesungguhnya
Dunia kian renta, Jiwa kita semestinya lebih siap menerima, terlebih melewatinya

Lupakan dunia sekejap saja, telusuri keberadaan sadar sepenuhnya, ikuti rasa terperih selaksa Cinta hanya KepadaNYA, raih bahagia hidup yg sebenarnya hidup

Awali langkah hening dari yang terhening, mulai ikhlas mencari sadar yang sempat tersandar, temui jiwa dan mulailah ajak bicara, bawa hati dan raihlah nurani, ceritakan isi qalbumu, bahwa engkau hanya mencari dan mem "butuh"kan Tuhan-mu.....

Andai saja kau ajak bicara jiwamu, maka dia akan mengaku setulusnya, bahwa dia merindukan kampung halamannya, merindukan rumah peraduannya, merindukan Kekasih Sejatinya.....................................


Tiada lagi pilihan, selain Ketentuan dan Kepastian...




Salam Kasih Satu Jiwa
Semoga semua mahluk selamat dan berbahagia
K A S M A R A N    J I W A
by Ellyssee Lavin (Notes) on Friday, June 25, 2010 at 3:21pm



repost....

Wahai kuntuman mawar yang tengah mekar
Hari ini ingin rasanya kuajak kau berbagi syair kelakar
Mencium harummu yang hingga mabuk segar
Melumat habis rupamu yang merekah menawan
Kupetik dan kusunting engkau tuk kusematkan diantara rambutku yg legam

Wahai angin lalu nan kemayu, terbangkan gemulai jemariku
Ciptakan tarian terindah diantara gumam desau dedaunan yang berdesah

Duhai kicau Kenari
Sudikah kau temani aku bernyanyi, suarakan kegilaan yang tengah buncahkan sanubari
Biarkan aku lelah lemas mengitari pesona alam bilik hati

Kepadamu sang mentari
Senyumi aku dari seribu keindahan melati
Jangan kau undang awan keabuan hadirkan temaram
Tidakkah nampak wajahku sumringah pancarkan rasa dari yang terdalam

Untukmu sang cakrawala, payungi aku dengan kelembutanmu yg biru, usah biarkan hitam usapi warnamu dalam sendu, kuingin terbang menyapu wajahmu, dan menyampaikan kabar bahagiaku

Dan engkau samuderaku, ku tak lagi hiraukan amuk gelombang lautanmu, biarkan terjangnya kuajak berdansa diatas riak wajahmu, hingga dirinya lelah dan menyerah kalah dalam tarianku yang indah memasrah

Duh, Kekasih...
Hadirmu telah buatku lunglai penuh debaran
Diantara kemilau wajah rembulan nan keemasan
Ketika malam hening kudendangkan syair - syair pemujaan
Berserah jiwa, telanjang dalam diam penantian
Rinduku membuncah tak berkesudahan
Hempaskan segala ingin, dari asa yang lama terbiar mendingin
Lepaskan panah tajam kerinduan, menciptaMU dalam segenap hasrat nan mendalam

Duhai Pujaan..
Ada yang banyak harus kukatakan
Melalui riuh redamnya rasa dalam jeritan tanpa kata dan suara
Aku terapung dalam buaian asa yang menggila
Aku melayang dalam hasrat yang lama tak kujumpa
Aku terpaku dalam duduk beku, sedangkan nurani meronta teriakan jeritan rindu yang menggelora
Hingga terjaga segala pori - pori jiwa,
Menggigil setiap lapisan kulitnya
Meresap dalam darah, merasuki relung kosong
Di setiap serat dan lorong batin yang melolong

LUWES BERCERMIN, LUWES MENGENAL BATIN
(ellyssee)




Bersikap mengerti dan memahami orang lain adalah sebagaian dari kepekaan rasa, merasa bahagia ketika orang lain bahagia, merasa senang ketika yang lain senang, atau bahkan berkorban (memberikan kesempatan/berbagi) sesuatu kepada orang lain dan membuat mereka bahagia mendapatkannya, tanpa pamrih tentunya.

Memaklumi orang lain adalah sebagian dari sikap penerimaan (secara unconditional), memaklumi ketika orang merendahkan kita, menilai secara negatif, menghina, meremehkan dan menempatkan diri mereka seolah lebih segalanya daripada diri kita, kita maklumi dengan senyuman dan blas aja karena demikian sesunguhnya penerimaan adalah yang membuat hati dan jiwa kita lapang adanya.

Menyadari diri, adalah sikap paling sederhana tanpa harus membawa segala sesuatu hal diluar diri dijadikan beban pikiran dan perasaan, namun semuanya dijadikan cermin diri yang membuat kita semakin sadar akan siapa diri kita, mengenali dan menemukan sisi kekurangan dan kelemahan pribadi kita, terutama sisi sisi sulit kotoran yang ada pada batin kita yang sulit kita ketahui.

Banyak hal dalam keseharian yang dapat kita pelajari untuk terus mengasah kemawasan diri, bukan mawas untuk menilai (kekurangan/kelemahan/kesalahan) orang lain, namun mawas dalam semakin jernih teliti membaca dan menyelami (dalam) diri.
Dimana semakin kita terang mengenali diri kita sendiri, maka kepekaan kita akan semakin tajam untuk memahami orang lain, tanpa merasa paling benar sendiri, namun justru tak peduli seberapa banyak perbedaan dengan mereka, rasa kasih yang tulus akan terpancar sebagai getaran yang tidak perlu dibuat - buat atau membutuhkan syarat (unconditional).

Ketika tindakan, sikap, perbuatan berasal/disertai kesadaran, maka semuanya akan senantiasa indah dan mudah, memahami tanpa ada yang memberi pemahaman, mengerti tanpa diberi pengertian, karena kesadaran melampaui segalanya, kepekaan kasih dan prilaku spontanitas yang tak memihak.

Kesadaran membuat semua yang dilihat, didengar, dirasa, dialami adalah tiada yang sia - sia, semuanya menjadi sesuatu dan segala sesuatu yang tak dapat dipisahkan, menyatu selaras dalam harmoni yang indah, meliputi segalanya.


Salam Kasih Satu Jiwa
Semoga semua mahluk selamat dan berbahagia

Berbagi Tentang Hati Dengan Si Buah Hati
(by ellyssee) 





Satu gelas besar penuh air putih ditanganku, seketika nyaris tumpah oleh tangan dan hatiku yang gemetar, ketika satu insiden kecil membuktikan bahwa hatiku begitu kotor...., dan kusadari jika inilah kesedihan sesungguhnya dalam hidupku, Istighfarku menertawakanku akan kemunafikanku
Telanjang sudah dihadapan kesadaranku bagaimana aku


Lagi..., kuakui jika hanya Tuhan Yang Maha benar dan Suci, sementara aku hanya manusia biasa yang tak berdaya tanpa Kuasa serta RahmatNya


Kuteguk air putih ini dan kuminum perlahan
Sementara batinku terhenyak dengan kenyataan yang terang
Tak kuasa dan tak bisa kuungkapkan kepada siapa kecuali kepadaMu Sang Pencipta
Terbersit harapan, semoga aku tetap di"mampu"kan Allah untuk menjaga AmanahNya melalui anak semata wayang ini


Paling tidak, berbagi pengalaman, rasa dan perasaanku sepanjang pembelajaran dan perjalanan hidupku, dan mengajaknya bersama - sama untuk terus belajar dan memperjuangkan hak Diri yang sesungguhnya di kehidupan yang fana ini


Demikian senantiasa ketika aku dan batinku berbincang, diskusi, atau sekedar menyaksikan, dan mendengarkan sebuah pesan, Anakku adalah hal pertama yang kuingat untuk dijadikan tempat berbagi


Entah kapan atau nanti, cepat atau lambat kuharap Anakku akan mengerti dan berhasrat untuk memahami semua cerita dan curahan hati ini melalui tulisan - tulisan yang kusiapkan untuknya

Semoga Allah meRidhoi harapanku ini...

........................................................Insha Allah................................


Anakku...
Duniawi bukanlah alasan untuk risau dan gundah
Duniawi tak pantas dijadikan masalah kedalam hati atau obsesi pribadi
Namun senantiasa tengok, teliti, awasi dan kenali dunia batin dan hatimu setiap saat
Betapa masih banyak yang patut kita benahi, dari banyak mudharat yang mengotori tanpa kita sadari, atas kelalaian dan kesilafan diri kita sendiri
Maka itulah hal yang pantas dijadikan kesedihan
Disaat kita lengah dan lemah untuk mawas dalam kesadaran


Anakku...
Duniawi hanyalah ilusi
Yang hanya membuat kita lelah, gerah, diperah oleh kendali nafsu dan keinginan yang tak pasti
Menjerat kita dalam keserakahan yang tak berkesudahan, karena nafsu tak mengenal kepuasan
Duniawi kerap menggelapkan pikiran, mengotori dan membutakan hati
Menyeret kita dalam jalan kesesatan, karena buta akan hakikat tujuan diri dalam sebenar kehidupan


Anakku...
Jangan risau atau khawatir tentang perkara duniawi yang sekedar ilusi
Sementara ruhani adalah perkara yang pasti
Gunakan akal dan ilmu dengan bijak untuk memahami dan memanfaatkan duniawi ini
Ketahuilah dan putuskan dengan tepat antara kewajiban dan hak
Selalu ada yang utama diatas prioritas
Selalu ada hakikat diatas pilihan terbaik
Sebagaimana ada alasan diatas tujuan


Anakku...
Dunia ini adalah tempat sesaat
Yang patut kita gunakan sepenuh manfaat bersama alam dan seluruh umat
Pelajaran dan pembelajaran, membersihkan diri dalam seluruh aplikasi lahir batin dengan keindahan akhlak dan kasih sayang
Sadari setiap getar dari dalam diri, kenali setiap bersit rasa yang keluar dari hati, pikir dan naluri, agar kau kenali sang Nurani
Bijak dan seimbang, sepadu padan dalam kesadaran dan laku pebuatan luar dalam sebagaimana sebenar Insan


Jagalah selalu hati, nafas dan degup jantungmu
Biarkan polos tanpa rekayasa dan segala persepsi akal dan logika
Ridho dan lugulah menjadi seorang hamba
Sekali lagi...HATI adalah kunci dan utama
Belajarlah dan istiqomah untuk senantiasa membersihkan dan merawatnya
Jangan bersedih karena kemiskinan dan kehinaan karena dunia
Namun bersedihlah ketika kau dapati kemiskinan dan kotoran pada "dunia" dalam dirimu yang sesungguhnya
Dan berserahlah dalam kesedihanmu kepada Tuhan
Karena DIA Maha Pemilik dan Penguasa segala sesuatu yang Pemurah lagi Penyayang