APA YANG NAMPAK BUKAN HAKIKAT
Mengumpat, mencaci maki, mencela, menghujat dan menghakimi, bukan sifat2 bijak n tidak mencerminkan kejernihan..
Justeru ketika seseorang melakukan penghakiman, jelas itu menunjukan "bagaimana dirinya" kepada semua orang..
Sementara manusia sebagai makhluk spiritual sudah seharusnya menjadi pribadi yang tidak lepas dari kesadaran..
Dan, spiritual itu sendiri adalah "wilayah paling pribadi" antara si
pribadi dengan Tuhannya itu sendiri, tidak ada seorangpun yang berhak
menilai dan mencampuri..
Kebanyakan, hal2 yang nampak dan yang
terdengar hanya dianalisa melalui akal yang dangkal, disikapi dengan
ego, yang akhirnya memicu dan menimbulkan antipati dan kebencian, lupa
akan sisi baik yang dapat diambil sbg hikmah dan pembelajaran atw
pencerahan, terciptalah gap dan segala bentuk pemisahan yang terlahir
dari pemahaman lahir/kulit dan keterbatasan pengetahuan, tidak ada lagi
proyeksi "kasih sayang atw persaudaraan" yang universal sbg makhluk
Tuhan..
Padahal jika kita lebih menyadari pada kesadaran di
kedalaman hati nurani yang suci, jelas RASA masing2 manusia sama2
memiliki, salah, khilaf, bodoh, keliru dan alfa, adalah sifat kita
sebagai hamba, kita mengakui akan kekurangan dan kelemahan kita, kita
menyadari fitrah kita semua yg terbatas dan lemah sbg manusia, tak kan
selesai n cukup waktu membenahi diri secara hakiki..
Mata
begitu jeli melihat kuman diseberang lautan, sayang, mata hati
dikesucian batin terabaikan karena hijab dangkalnya pemahaman, tak ada
jaminan apapun yang bisa mengukur "kedalaman" seseorang, karena
sesungguhnya seorang manusia hanya mengetahui "kekurangan dirinya"
semata.
Tidak ada alasan menjudge siapa atau apa dan bagaimana, atau
kita akan membuang waktu percuma mengabaikan saat yang berguna untuk
membenahi "kekurangan dan kelemahan kita" di sisa waktu yang tidak
pernah kita tahu kapan berakhir menyertai nafas di dunia.
Mengenali diri, adalah mengenali semua pribadi, tiada perbedaan dimata
Tuhan, kalaupun derajat perbedaan itu ada, hanya Tuhan yang Tahu n
berhak menilainya.
"mohon maaf yg sedalam2nya"
(E)