Wednesday, July 25, 2012

akal pun hanyalah hamba yg bodoh diatas kecerdasanNYA, 
maka kembalikanlah sgl pengetahuan kita kepadaNYA, 
rasapun demikian hina diatas kesucian CintaNYA, 
maka hampakanlah hati demi ruang akan singgasanaNYA,
jiwapun hanya wadah penuh dert nafsu nan nista debu diatas jernih KasihNYA, 
maka sujudkanlah qalbu demi menerima segala percikan sejatiNYA 
yang menyirami kekerontangan penghambaan yang fana, 
ya Rabb ak hanyalah sebutir debu diatas hina ragaku, 
apalah artinya pengakuanku 
kecuali bisu berserah jiwa raga dan rasa penuh suka cita merindukanMU, 
ampuni aku n segenap ketak berdayaanku...

(E)
Pesan Alam Semesta... 

"jiwa itu sendiri masih berupa kulit atau lapisan diri,  
menuju sejati,
 masih perlu bersuci melalui peleburan jiwa itu sendiri, 
akan rumit utk dimengerti jika hanya dibaca sepenggal, 
akan sulit dijalani bila melangkah dengan kaki yang penuh jerat aral, 
karena perjalanan spiritual jauh n sangat jauh lebih dari sekedar pengenalan alam akal, 
bahkan fikiran2 pun layak dipenggal,
 ego dan panca indra pun mesti tertanggal, 
kecuali hakikat hati dan kesadaran utuh yang tinggal..."
(E)
tugas n tanggung jawab sejati makhluk adalah mengetahui n mengenali terhadap dirinya sendiri
bukan terhadap siapapun atau apapun di dunia ini
 fokuslah n cintai kepada kedalaman diri
betapa alam dan bumi adalah cermin n guru akan makhluk2 spiritual sejati
jangan terlena dgn fenomena dunia luar yg menyeret jauh kesadaran kepada keilusian
selamanya penuh kepalsuan n kebingungan yg menyesatkan jiwa yg kerap teracuni candu pesona kesemuan rasa dunia
itulah ruang penjara yg sesungguhnya
so wake up
keep a ware up
n get your own self to be free up
just reach ur true God...

(E)
Bisikan Cacing dibawah Himpitan Batu....

DIA yang Maha Kehendak, aku tak berhak menginginkan apapun meski sebatas fikiran, angan2 dan kekhawatiran, dia yang Maha Mencipta dan Memiliki, tiada hal lain yang berhak aku harapkan dan aku lekati, bahkan jangan sampai aku dilekati hal selain DzatNYA semata, DIA yang layak dituju untuk tujuan hidup matiku, seluruh jiwa raga n sukma mutlak tak terkecuali, bukan apapun, bukan pula siapa2 lagi...
Ya Rabb bimbing ak untuk "pulang n kembali", jangan biarkan hal apapun merintangi, tak terkecuali rasa halus yang samar penuh kehinaan n kebodohan ini menodai hati..
(Innalillahi wa inna illaihi roji'un)
True Love is only God
True Love is only Allah
There is no reason for any trouble in the world
There is no reason for any problem of the live
There is no reason for the destination of life
Exceptly do reach, do love, do fight, even do all of a sacrifices only for the "True Love" it self..
There is no other "love" could creates of us exceply HIS True Love
Take a know of our true self as HE Knews us as true
Love our true self as HE Love us as troughs n true..

(man 'arafa nafsahu fa qad 'arafa Rabbahu)
 
(E)
WHO AM I...?
(reminding my own self)

Its not a simple question, its not a simple sentence, its not a simple thinking, its not a simple meaning.
It doesnt talk about genders, it doesnt about status, it doesnt about professions, it doesnt about jobs, it doesnt about social classes, it doesnt about qualifications, but its true about "how to recognize our self truly" as a God Creature, take a know that absolutely by do IQRA.
What we have to do by this life without know the true direction of this life itself...?
It doesnt only do live in the world, it doesnt only waste the time by do jobs n do socialization with every peoples, but its about "How Do Live with and for God"
Have we knew God absolutely as well?
So take a know about our self to know Him as should be as truly.
(awalludin makrifatullah)

-elle-
APA YANG NAMPAK BUKAN HAKIKAT

Mengumpat, mencaci maki, mencela, menghujat dan menghakimi, bukan sifat2 bijak n tidak mencerminkan kejernihan..
Justeru ketika seseorang melakukan penghakiman, jelas itu menunjukan "bagaimana dirinya" kepada semua orang..

Sementara manusia sebagai makhluk spiritual sudah seharusnya menjadi pribadi yang tidak lepas dari kesadaran..
Dan, spiritual itu sendiri adalah "wilayah paling pribadi" antara si pribadi dengan Tuhannya itu sendiri, tidak ada seorangpun yang berhak menilai dan mencampuri..

Kebanyakan, hal2 yang nampak dan yang terdengar hanya dianalisa melalui akal yang dangkal, disikapi dengan ego, yang akhirnya memicu dan menimbulkan antipati dan kebencian, lupa akan sisi baik yang dapat diambil sbg hikmah dan pembelajaran atw pencerahan, terciptalah gap dan segala bentuk pemisahan yang terlahir dari pemahaman lahir/kulit dan keterbatasan pengetahuan, tidak ada lagi proyeksi "kasih sayang atw persaudaraan" yang universal sbg makhluk Tuhan..

Padahal jika kita lebih menyadari pada kesadaran di kedalaman hati nurani yang suci, jelas RASA masing2 manusia sama2 memiliki, salah, khilaf, bodoh, keliru dan alfa, adalah sifat kita sebagai hamba, kita mengakui akan kekurangan dan kelemahan kita, kita menyadari fitrah kita semua yg terbatas dan lemah sbg manusia, tak kan selesai n cukup waktu membenahi diri secara hakiki..

Mata begitu jeli melihat kuman diseberang lautan, sayang, mata hati dikesucian batin terabaikan karena hijab dangkalnya pemahaman, tak ada jaminan apapun yang bisa mengukur "kedalaman" seseorang, karena sesungguhnya seorang manusia hanya mengetahui "kekurangan dirinya" semata.
Tidak ada alasan menjudge siapa atau apa dan bagaimana, atau kita akan membuang waktu percuma mengabaikan saat yang berguna untuk membenahi "kekurangan dan kelemahan kita" di sisa waktu yang tidak pernah kita tahu kapan berakhir menyertai nafas di dunia.

Mengenali diri, adalah mengenali semua pribadi, tiada perbedaan dimata Tuhan, kalaupun derajat perbedaan itu ada, hanya Tuhan yang Tahu n berhak menilainya.

"mohon maaf yg sedalam2nya"

(E)
Melalui kesadaran yang jernih, maka kita dapat memperhatikan kekeruhan/riak/gelombang yang datang atw yang timbul atw terjadi dalam diri (angan2, keinginan, nafsu, n berbagai ego)
Ketika semua hal tersebut mampu dikenali, maka kesadaran otomatis akan menjadi lautan/samudera atas kekeruhan/riak/gelombang tadi, nampak jelas terasa, semua terjadi hanya pada permukaannya saja, bahkan badai tak pernah mampu menyentuh ketenangan dasar samudera itu sendiri

Permukaan samudera adalah gambaran jiwa sebagai umpama diatas fitrah manusia, sementara samudera adalah gambaran kedalaman "diri" yang paling suci dimana tak bisa dilihat melalui kasat mata kecuali melalui rasa yang paling hakiki (essensi), dan dasar samudera adalah gambaran tempat paling dalam dimana hanya ada satu yang Hak sebagai yang Sejati.

(E)
A SIMPLE WAY for A SIMPLE LIVE

leave the past, never worry about tomorrow, because we r a live at this time
there is no a gretest time then enjoy the life's breath at this time

when we could doing a pure happiness this time, so its the answer of a feature

never live on a brains, or u just get sick by ur limitness thinking
never live on a wishes, or u would be destroyed by the failure when u couldnt reach it as u want
never live in ego, or u would be live like in the hell than reach a peacefull as well

~truly live 's way is only keep a wearness to God~

(€)
BE BALANCE...

-condition 1
when u open ur eyes, there is must be ur mind get work busy of the most...(unrileks)

-condition 2
when u close ur eyes, there is must be heart can be sounded n we can get some feeling inside...(rileks)

-condition 3
we should be could keep the 2nd condition in the 1st condition to get an ideal n balancing condition

~mind and heart r must be has a balance connection, to keep a good a wearness~ 

(€)